5 Penyakit Terkait Tinggi Badan Seseorang

Advertisement
Bukan hanya berat badan yang berlebihan akan menyebabkan obesitas dan penyakit jantung, melainkan tinggi badan juga membawa risiko kesehatan. Terdapat penyakit yang bakal meresahkan sebagian orang dengan tinggi badan berlebihan, mulai dari kanker, sakit jantung, dan Alzheimer.

Banyak peneliti yang belum tahu mengapa tinggi badan bisa memengaruhi kondisi kesehatan seseorang dalam hal terserang penyakit tertentu. Namun sepertinya, penyakit ini pun tidak semata datang disebabkan oleh tinggi badan, melainkan dipengaruhi pula oleh ketidakteraturan pola hidup seseorang.

Penyakit Terkait Tinggi Badan

Penyakit Terkait Tinggi Badan

Apa saja penyakit-penyakit tersebut?

1. Kanker
Sebuah penelitian yang berhasil dilaksanakan telah meninjau bahwa semakin tinggi postur seorang wanita maka risiko terkena kanker. Tidak hanya itu, bahkan badan penelitian yang hasil risetnya diterbitkan di dalam Lancet Oncology mendapati bahwa wanita lebih rentan terhadap peningkatan risiko 10 jenis kanker yang berbeda, termasuk payudara dan kulit.

Para peneliti di Inggris ikut menyuarakan hasil tinjauannya terhadap 47 data penelitian yang melibatkan 100.000 wanita bahwasanya mereka yang memiliki tinggi di atas 160 cm lebih rentan mengidap kanker ovarium sebanyak tujuh persen.

Selain wanita, laki-laki yang memiliki postur tubuh di atar rata-rata pun memiliki peningkatan risiko kanker prostat. Informasi ini diperoleh dari hasil riset tahun 2008 yang terbit dalam Journal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention.

Seorang profesor kedokteran preventif dan biometrik dari Universitas Pusat Kanker Colorado di Denver menjelaskan kalau tinggi badan memang merupakan salah satu indikator faktor risiko kanker, tapi mekanismenya sendiripun belum dia ketahui. Tapi tidak menjadi masalah seberapa tinggi badan Anda selagi Anda bisa menjauhi rokok, begadang, dan pola hidup tidak sehat lainnya, maka masalah kesehatan seperti yang disebutkan ini tidak perlu dikhawatirkan.

2. Sakit Jantung
Berbeda dengan kanker yang lebih mudah menimpa orang dengan tinggi badan melebihi batas normal, penyakit jantung lebih banyak diderita oleh orang yang memiliki postur badan pendek. Pernyataan ini bukan opini, melainkan hasil review di tahun 2010 terhadap 52 studi yang telah melibatkan lebih dari tiga juta laki-laki maupun perempuan. Mereka dengan postur badan lebih pendek berisiko 50% lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung yang mematikan dibanding sebagian lain yang posturnya tinggi.

Studi lain yang diperoleh hasilnya dalam American Journal of Epidemiology menerangkan kalau ada pasangan kembar identik yang salah satunya meninggal akibat terkena penyakit jantung koroner. Sesuai data tersebut, salah satu kembar identik yang meninggal akibat penyakit tersebut ternyata memiliki postur tubuh yang lebih pendek daripada saudaranya. Hal ini membuahkan rumusan lain kaitan tinggi badan dan penyakit jantung yang lebih disebabkan oleh faktor lingkungan dibandingkan faktor genetik.

3. Stroke
Stroke yang bersifat fatal telah banyak memakan jiwa, menyebabkan penderita mengalami cacat tetap atau sementara. Data terkini mencatat sekitar 2 dari 10 orang dengan stroke akut akan meninggal dalam satu bulan pertama, 3 dari 10 orang meninggal dalam astu tahun, 5 dari 10 orang meninggal dalam 5 tahun, dan 7 dari 10 orang meninggal dalam 10 tahun. Risiko kematian berbeda-beda bergantung pada jenis stroke.

Kabar buruk lainnya, penyakit stroke lebih banyak ditemukan pada orang-orang dengan postur tubuh pendek. Sebuah studi di Israel yang membopong 10.000 pria yang 364 diantaranya meninggal dunia akibat kanker menemukan bahwa setiap penurunan tinggi badan sebanyak 5 cm berkaitan dengan risiko stroke fatal sebesar 13 persen.

Studi tersebut dirangkum dalam jurnal Stroke pada tahun 2002. Kesimpulan akhir dari studi tersebut cukup mencengangkan, pria dengan postur terpendek dalam studi tersebut berisiko 54 persen lebih tinggi untuk terkena stroke yang bersifat fatal ketimbang pria dengan postur tubuh lebih tinggi.

Seorang peneliti dalam riset tersebut mengatakan kalau tinggi badan dapat dilihat sebagai indikator seberapa bagus asupan nutrisi seseorang. Dengan begini maka terlihat adanya perbedaan pada orang yang masa kecilnya kurang mendapati nutrisi yang sempruna serta didukung dengan kondisi buruk lingkungan saat masih kanak-kanak dan remaja.

4. Alzherimer
Penyakit yang berurusan dengan otak ini biasanya terjadi pada orang lanjut usia, baik pria maupun wanita. Seiring bertambahnya usia dan riwayat Alzherimer keluarga, maka risiko seseorang terkena Alzheimer pun semakin besar. Dari sini terbukti pula bahwa penyakit ini bisa diperbesar risikonya oleh faktor genetik.

Kaitannya dengan tinggi badan adalah merujuk pada sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2007 melahirkan kesimpulan bahwa Alzherimer lebih berisiko menimpa orang berpostur teralu pendek. Studi ini membandingkan 239 pasien penderita Alzherimer dengan 341 partisipan sehat. Temuan akhir dari riset ini adalah pria dengan tinggi postur 5 kaki 10 inci berisiko 59 persen lebih rendah terserang Alzheimer dibanding pria yang posturnya lebih pendek dari 5 kaki 6 inci.

5. Diabetes
Diabetes merupakan penyakit yang hanya bisa dikontrol pemicunya, namun tidak dapat disembuhkan. Kebanyakan orang, terutama dengan berat badan berlebih menderita diabetes tipe 2. Namun ternyata diabetes tipe 1 lebih terkait dengan tinggi badan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Pediatrics Jorunal pada tahun 2002 menerangkan bahwa anak dengan postur lebih tinggi cenderung mengalami peningkatan risiko diabetes tipe 1, entah terjadinya saat usia balita ataupun memasuki fase remaja.


Namun kaitan antara tinggi badan dan penyakit diabetes tipe 1 ini masih menuai perdebatan. Hal ini dikarenakan ada beberapa studi lain yang mendapati hasil bahwa anak-anak yang mengidap diabetes tipe 1 karena dianggap memiliki postur lebih tinggi ternyata posturnya hampir sama atau justru lebih pendek daripada rekan-rekannya yang tidak terkena diabetes.

Mungkin Anda mulai khawatir akan penyakit terkait tinggi badan seseorang ini, karena memang terkesan mengikat. Namun yang perlu Anda garis bawahi adalah tidak mungkin penyakit datang semata disebabkan oleh postur badan. Perilaku tidak sehat nyatanya lebih mendukung tubuh rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Untuk itu, maka sadarilah betapa berharganya raga yang sehat.

Advertisement
Cari apa aja disini
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : 5 Penyakit Terkait Tinggi Badan Seseorang