Bagaimanakah Posisi Tidur Yang Baik Untuk Kesehatan?

Advertisement
Posisi tidur yang baik untuk kesehatan akan membuat tidur lebih nyaman, begitupun posisi yang buruk akan membuat tidur menjadi tidak nyenyak. 

Tidur memang diperlukan manusia untuk menunjang produktivitas karena energi dapat terproduksi kembali. Akan tetapi tidur yang berkualitas hanya bisa diperoleh dengan memilih posisi yang tidak memicu gangguan kesehatan. Bagaimana cara mengetahui kalau posisi tidur kita selama ini baik atau buruk?

Posisi Tidur Yang Baik dan Buruk Untuk Kesehatan

Posisi Tidur Yang Baik dan Buruk Untuk Kesehatan

Perlu Anda ketahui, hingga kini belum ada penelitian pasti yang menjawab pertanyaan dan keluhan masyarakat perihal posisi tidur yang tepat bagi kesehatan. Oleh karena itu hal terpenting yang patut Anda mengerti di awal adalah bagaimana kita membuat tidur kita menjadi ideal dan nyaman serta tidak membawa risiko terhadap gangguan kesehatan. 

# Tidur Tengkurap 
Tengkurap merupakan posisi tidur yang cukup baik untuk orang yang kerap mendengkur ketika tidur, namun lebih disarankan untuk memilih posisi tidur miring atau menyamping. Mendengkur terjadi karena adanya penyempitan pada saluran pernapasan sehingga laju udara yang masuk ketika Anda bernapas akan sulit karena terbatasnya ruang masuk. Dengan tengkurap, maka jalur pernapasan lebih terbuka.

Baca: Cara Mengatasi Tidur Mendengkur (Mengorok)

Posisi tidur tengkurap dikatakan baik selama Anda tidak sedang menderita nyeri leher dan punggung. Tujuan dari tidur ini tidak lain hanya membuka jalan napas. Meski demikian, tidur tengkurap juga membuat hidung menjadi tertekan sehingga sulit menarik napas. Adapun kerugian lain dalam tidur dengan posisi ini adalah timbulnya masalah pada sendi dan otot yang teriritasi akibat tambahan tekanan saat tidur tengkurap.

Dampaknya saat bangun tidur dalam posisi ini adalah sendi dan otot terasa nyeri, kebas, atau kesemutan. Hal ini terjadi karena leher dipaksa menghadap satu sisi selama berjam-jam. Selain itu, tidur dengan posisi tengkurap juga membawa kerugian pada Anda yang ingin terhindar dari memiliki kerutan kulit wajah dan masalah pada bentuk payudara.

Bahaya tidur tengkurap lainnya:
  • Dada akan terasa sesak karena dipakai untuk menopang bobot tubuh ketika tidur. Kondisi ini sangat tidak baik untuk orang yang memiliki asma. Jadi, bila Anda termasuk salah satu dari penderita asma, maka hindarilah posisi tidur tengkurap.
  • Bahaya dari posisi tidur dengan badan tengkurap juga bisa membuat jantung sakit karena terhimpit. 
  • Bila dilakukan terlalu sering, maka kemungkinan adanya penyakit lain yang timbul karena posisi tidur ini semakin besar, seperti menyerang saraf pusat dan otak.

Di dalam agama Islam, tidur tengkurap juga pernah dibahas oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam salah satu hadist riwayat Ibnu Majah dan Abu Daud, Rasulullah pernah membangunkan Thofkah Al Ghifariy yang sedang terlelap dalam posisi tengkurap di Masjid Nabawi sembari mengatakan: “Sesungguhnya ini adalah cara tidur yang dibenci oleh Allah”. Tentu bagi umat Muslim yang mencintai utusan terakhir Allah SWT ini akan mengikuti setiap perkataan yang mendatangkan kebaikan.

# Tidur Posisi Miring atau Menyamping
Pernahkah Anda menyadari ketika bangun tidur otak terasa lebih segar dan terbebas dari segala bentuk masalah kehidupan untuk sesaat? Tentu tiap orang pernah mengalaminya. Kondisi tersebut terjadi karena tidur merupakan proses alami dalam hal membersihkan limbah dari otak. Terkait fungsi tidur, ternyata posisi tidur miringlah yang lebih optimal dalam menjalankan proses itu.

Posisi tidur miring atau menyamping juga memiliki keuntungan dan kerugian, terutama untuk posisi ke kanan. Keuntungan atau manfaat dari tidur miring bagi kesehatan antara lain:
  • Bila miring ke kanan maka bisa mengistirahatkan otak kiri Anda. Otak kiri merupakan pusat saraf penggerak bagian tubuh sebelah kanan. Seperti minum, makan, menulis, memegang, kebanyakan orang lebih dominan menggunakan otak kanan. Nah, dengan tidur memiringkan badan ke sebelah kanan maka otak bagian kiri bisa diistirahatkan.
  • Membuat jantung lebih terjaga. Jantung tendensi berada di sebelah kiri, jadi dengan posisi tidur miring ke ke kanan membuat jantung tidak terbebani oleh timpaan organ lain. Sementara di sisi lain, tidur posisi miring ke kanan membuat darah terdistribusi secara merata dan menyebabkan sirkulasi darah yang masuk dan keluar dari jantung lebih rendah, sehingga denyut jantung melambar dan menurunkan tensi darah. Kualitas tidur akan lebih Anda peroleh dengan tidur semacam ini.
  • Di lain waktu akan dibahas pada artikel lain secara terpisah.

Sedangkan kerugian dari tidur miring semisal bagi penderita nyeri ulu hati dapat memperburuk kondisinya bila mengarah ke kanan, tapi tidak bila ke arah kiri. Untuk orang yang memiliki rematik atau nyeri sendi juga tidak dianjurkan untuk tidur berposisi miring. Risiko lain yang datang akibat posisi tidur miring adalah terbatasnya pernapasan melalui diafragma, membuat payudara kendor, dan menciptakan garis kerut di wajah.

# Tidur Telentang
Sementara tidur telentang mungkin selama ini dianggap paling baik karena tidak membebani organ dalam tubuh yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti nyeri dada, sesak nafas, dan sebagainya. Memang ada benarnya, tetapi tidak sepenuhnya. Posisi tidur telentang juga membawa risiko bila tidak dilakukan dengan benar, seperti memicu sakit pada punggung. Tidur telentang juga membuat Anda rentan mendengkur dengan keras.

Cara Tidur Nyenyak Dengan Posisi Telentang:
  1. Letakkan satu bantal empuk di bawah lutut Anda. Tidur telentang lurus justru membuat tulang punggung tidak memperoleh hak untuk menjaga bentuknya. Dengan meletakkan sebuah bantal di bawah lutut, maka bentuk tulang punggung akan terjaga, selain itu juga membantu sirkulasi darah pada tubuh.
  2. Gunakan bantal yang menopang kepala, leher, dan bahu bagian atas. Hal ini masih ditujukan untuk menjaga kealamian bentuk tulang punggung agar terhindar dari rasa nyeri. Gunakan bantal yang cukup empuk. Pastikan agar bukan hanya kepala yang terangkat, melainkan leher dan bahu ikut tertopang oleh bantal.
  3. Kasur yang Anda pakai untuk tidur harus cukup keras, tapi jangan terlalu keras karena akan membuat punggung Anda sakit dan tidur menjadi tidak nyaman. Kasur yang terlalu empuk tidak akan kuat menopang bobot tubuh Anda. Untuk mendeteksi apakah kasur Anda cukup keras atau tidak, Anda bisa mengecek setelah bangun tidur punggung terasa sakit atau tidak. Kalau terjadi meski Anda sudah melakukan dua poin sebelumnya, itu tandanya kasur Anda harus segera diganti.

Posisi Tidur Yang Baik Bagi Ibu Hamil dan Bayi

Ibu hamil disarankan untuk memilih posisi tidur senyaman mungkin, bukan seperti apa model tidurnya. Sedangkan untuk bayi sangat disarankan untuk tidur dalam posisi telentang demi alasan keamanan dan keselataman. Tidur miring apalagi tengkurap dianggap kurang aman. Bila bayi tengkurap maka akan terjadi gangguan pernapasan, sedangkan bila bayi tidur dalam posisi miring maka kemungkinan posisinya akan berubah menjadi tengkurap dan bisa meningkatkan risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Tidak ada rekomendasi pasti dalam memilih posisi tidur yang baik dan menyehatkan. Idealnya, tidur yang berkualitas diukur dari seberapa nyaman Anda tidur dan merasakan badan segar saat bangun. Untuk mencapai kenyamanan dalam tidur, maka Anda harus mengetahui dulu pemicu dari ketidaknyamanan tidur Anda. Bila sudah menemukan, maka tinggal disesuaikan posisi tidur mana yang sesuai untuk Anda sehingga tidur Anda menjadi nyenyak dan nyaman.


Advertisement
Cari apa aja disini
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Bagaimanakah Posisi Tidur Yang Baik Untuk Kesehatan?